JAKARTA, nujakbar.or.id – MWC NU Kembangan Jakarta Barat mengadakan kegiatan pengajian rutin bulanan pada Ahad, 23 November 2025, di kantor MWC NU Kembangan. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh pengurus MWC NU Kembangan dan warga sekitar, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan pengajian diasuh oleh Dr. KH. Mujib Qulyubi dengan membahas kitab karangan hadrotus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari yang berjudul Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Sekedar untuk diketahui bahwa kitab ini terdiri dari sepuluh fasal yang terdiri tentang:
Fasal satu tentang Sunah dan Bid’ah,
Fasal dua tentang Masyarakat Jawa berpegang pada madzhab aswaja, munculnya bid’ah di jawa dan perkembangannya, dan munculnya ahli bid’ah masa kini.
Fasal tiga tentang Kitthah Ulama salafi shalih, penjelasan tentang Sawadul A’dzam, dan pentingnya menganut salah satu dari empat madzhab.
Fasal empat tentang Kewajiban taqlid bagi orang yang tidak mampu ijtihad,
Fasal lima tentang Berhati-hati dalam mengambil ilmu agama, berhati-hati terhadap fitnah ahli bid’ah, orang-orang munafiq dan para imam yang menyesatkan.
Fasal enam tentang Hadist dan atsar tentang dicabutnya ilmu, mewabahnya kebodohan, peringatan nabi Muhammad saw bahwa akhir zaman banyak kejelekan, umatnya akan mengikuti bid’ah dan hawa nafsu, serta agama hanya ada pada orang tertentu.
Fasal tujuh tentang Dosa orang yang mengajak pada kesesatan atau orang yang memberi contoh yang buruk.
Fasal delapan tentang Pecahnya umat nabi Muhammad saw menjadi tujuh puluh tiga golongan, Teologi kelompok sesat dan golongan selamat yaitu Ahlussunah Wal Jama’ah.
Fasal sembilan tentang Tanda-tanda dekatnya hari kiamat.
Fasal sepuluh tentang Hadis tentang orang yang meninggal dunia mendengar, berbicara, mengetahui orang yang memandikan, membawa, mengkafani dan memakamkan jenazahnya; bertemu, hidup dan kembalinya ruh ke dalam jasad setelah mati.

















