
Nujakbar – Ketua PWNU DKI Jakarta Dr. KH. Syamsul Ma’arif, MA membuka Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) angkatan ke-III di aula masjid KH Hasym Asya’ri Jakarta Barat. PD-PKPNU angkatan ke III ini dikuti oleh 142 kader dari tingkat Ranting hingga tingkat Cabang. Dalam sambutan dan arahannya Ketua PWNU DKI menyampaikan bahwa padanan kata kader dalam bahasa arab adalah muharrik yang berarti penggerak. Muharrik berasal dari kata : ‘ha ra ka’ yang membawa makna gerak, bergerak. Muharrik adalah orang yang menggerakan/penggerak, jadi muharrik yaitu orang yang kerjanya mengatur atau sebagai motor yang menggerakkan. Dalam terjemahan bebas, seorang muharrik selain mampu menjadi seorang penggerak untuk dirinya sendiri, yang lebih penting bagi seorang muharrik adalah dia mampu menjadi penggerak untuk orang lain. Tugas utama dari seorang penggerak adalah menjadi katalis perubahan di daerahnya dengan cara mampu menggerakkan komunitas di wilayahnya,
Setidaknya ada beberapa prinsip yang harus ada pada diri seorang Muharrik , Pertama, menjadi terdepan atau menjadi uswah, teladan dan suri tauladan dalam segala aspek dan sepak terjangnya. Segala olah pikiran, ucapan dan tindakan selalu sejalan. Sehingga akan bisa menjadi contoh dan teladan bagi komunitasnya, bahkan kehadirannya selalu dirindukan dan memberikan manfaat untuk orang banyak. Kedua, seorang Muharrik pantang hanya memberikan perintah saja, tetapi akan turun tangan memberikan contoh dan teladan dalam praktek dan tindakan nyata. Ketiga, seorang Muharrik harus bisa menjadi inspirator, penyemangat dan motivator bagi komunitasnya Dia adalah seorang problem solver bukan trouble makker.Dengan berprinsip pada tiga hal tersebut dan dengan dilandasi atas perasaan hati yang Ikhlas dan gembira maka kesuksesan dan keberkahan yang akan diraihnya.

















