Media NU Jakarta Barat
Indeks
banner 728x250

60 Orang Relawan LPBI-NU Jakarta Barat Ikuti Pelatihan dan Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana

Sudarmoyo H Soewarto
Peserta dan Narasumber berfoto bersama seusai pelatihan penangan bencada dan deteksi dini bencana (Dok. Istimewa)
Bagikan ke teman :

JAKARTA-nujakbar.or.id, Indonesia merupakan negara yang paling rawan bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, tsunami, dan erupsi gunung berapi. Kondisi geografis Indonesia yang terletak di wilayah cincin api Pasifik (ring of fire) dan memiliki iklim tropis membuat negara ini menghadapi risiko bencana secara terus-menerus sepanjang tahun.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada tahun 2025 terjadi lebih dari 3.000 kejadian bencana di Indonesia, di mana banjir dan tanah longsor merupakan jenis bencana yang paling sering

banner 400x130

Untuk itu sebanyak 60 relawan mengikuti kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas relawan yang diadakan oleh Lembaga Penangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU jakarta barat , selasa tgl 19 Mei 2026 di aula Majelis Taklim Nurul Hidayah Rawabuaya Cengkareng Jakarta Barat.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta sebagai nara sumber pelatihan.

Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu perwujudan dari tanggung jawab LPBI -NU Jakarta Barat untuk memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana sedangkan tujuan umum dari kegiatan pelatihan ini adalah agar desa memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana serta dapat memulihkan diri dengan segera dari dampak-dampak bencana yang merugikan.

Berdasarkan Laporan World Risk Report 2023, Indonesia berada pada peringkat kedua sebagai negara paling rawan bencana setelah Filipina. Namun, tingginya risiko tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas kesiapsiagaan yang memadai. Hal ini terlihat dari bencana yang menimpa beberapa wilayah di Indonesia menimbulkan dampak cukup besar. Dengan risiko tersebut, Indonesia perlu merubah paradigma dari tanggap bencana menjadi kesiapsiagaan aktif.

Dalam sambutanya ketua LPBINU Jakbar Abdul Rokup, S.Pd.I mengatakan pentingnya pelatihan bagi relawan agar para relawan yang di bawah dan di masyarakat agar mengetahui deteksi dini dalam menghadapi bencana.

Sementara itu, KH Joko Supriyanto, ST sebagai ketua MWC NU cengkareng dan sekaligus Ketua Majelis taklim nurul hidayah mengatakan dan berpesan agar para relawan NU mengedepankan kemanusian.

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang  bermanfaat bagi manusia lain khairunnas anfauhum linnas” ujarnya

Kegiatan pelatihan ini diisi dengan penyampaian-penyampaian materi  yang dilanjutkan dengan simulasi ataupaun praktek lapangan terkait kebencanaan. Adapun narasumber  Ana Kurniati dari BPBD DKI membawakan materi tentang manajemen bencana.

Sementara itu nara sumber Arif Rahman dari PMII DKI membahhas tentang Bantuan Hidup Dasar dan Pertolongan Pertama.

Acara ini dihadiri juga beberapa perwakilan pemerintah dan tokoh masyarakat setempat , dari unsur pemerintah hadir Albani dri BPBD DKI CPNS 1 bidang pencegahan. Dari Kelurahan Rawabuaya hadir kasi pemerintahan komarudin, serta unsur RT dan RW.

 

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *