Jakarta- nujakabar, Pengkaderan Nahdlatul Ulama (NU) bertujuan untuk mencetak kader yang militan, berdedikasi, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap ideologi Ahlussunnah wal Jamaah. Sistem ini dirancang untuk menjaga kelangsungan regenerasi kepemimpinan, membentengi organisasi dari paham radikal, serta menggerakkan kemaslahatan masyarakat secara terstruktur.
Pengkaderan juga meruapakan pondasi sistem meritokrasi dalam orgnisasi. Pengkaderan di Nahdlatul Ulama (NU) berfungsi sebagai sistem merit (merit system), di mana jenjang kepemimpinan, promosi, dan distribusi jabatan didasarkan pada kompetensi, dedikasi, dan kelulusan kader dalam pelatihan formal, bukan sekadar kedekatan personal atau keturunan.
Mengutip dari laman nu.or.id dijeaskan bahwa pengaderan akan dilakukan secara berjenjang, yakni tingkat dasar (basic training), menengah (intermediate training), dan lanjutan (advance training). Alumni tingkat dasar, kata dia, diarahkan untuk mempersiapkan kader yang layak menjadi pengurus tingkat MWCNU dan Ranting di Kluster A (Jawa, Lampung, dan NTB), serta Pengurus Cabang di Kluster B (PW dan PC yang muslimnya di atas 30 persen dari jumlah penduduk) dan Kluster C (PW dan PC yang muslimnya kurang dari 30 persen dari jumlah penduduk).
PCNU Jakarta Barat menggelar PDPKPNU angkatan ke-5 tahun 2026 di aula masjid raya KH Hasyim Asy’ari jalan Daan Mogot Jakarta Barat sejak tanggal 27 -30 Juni 2026. Menurut data yang dilaporkan oleh panitia pelaksana jumlah peserta 143 orang dengan jumlah peserta laki-laki 115 orang dan perempuan berjumlah 28 orang.
Diharapkan setelah lulus dari pengkaderan, para kader menjadi kader yang militan, loyal, dan berdedikasi tinggi terhadap organisasi NU.

















