Media NU Jakarta Barat
Indeks
banner 728x250
Opini  

Biografi Singkat KH Bisri Sansyuri

(1886 – 1980 M, Denanyar Jombang, Jatim)

Sudarmoyo H Soewarto
KH. Bisri Sansyuri, 1886 – 1980 M, Denanyar Jombang, Jatim (Dok. PCNU Jakbar)
Bagikan ke teman :

Dilahirkan di kota kecamatan kecil Tayu – Pati – Jawa Tengah 18 Sep 1886. Anak ke-3 dari 5 bersaudara pasangan Syansuri bin Abdul Shamad dan Mariah. Sejak usia 7 tahun sudah belajar agama secara teratur dan belajar ilmu tajwid selama 3 tahun kepada Kiai Abdus Salam. Pada usia 15 Tahun Bisri Sansyuri mulai mondok di beberapa pesantren di antaranya Pesantren Kiai Khalil Kasingan Rembang, Pesantren Kiai Syu’aib Sarang Lasem. Selanjutnya belajar di pesantren Kiai Khalil Demangan Bangkalan Madura yang sangat terkenal dan terkemuka. Di pesantren inilah awal pertemuan dan persahabatan Kiai Bisri Syansuri dengan Kiai Abdul Wahab Hasbullah. Yang pada akhirnya menjadi sahabat karib dan sahabat seperjuangan.

Dari Bangkalan ia bersama sahabat karibnya melanjutkan perjalanan intelektualnya menuju pesantren Tebuireng berguru kepada Kiai Hasyim Asy’ari. Di Tebuireng  ia belajar tafsir, fiqih, tauhid, hadis, dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Para Kiai yang seangkatan dengan Kiai Bisri Syansuri waktu mondok di Tebuireng di antaranya adalah Abdul Manaf (Lirboyo Kediri), Abdul Karim (Gresik), Nakhrowi (Malang), Abbas (Banten), As’ad (Situbondo), Achmad Baidlowi (Banyumas), dan Ma’shum (Maskumambang Sedayu). Setalah belajar selama 6 tahun di Tebuireng ia memperoleh ijazah dari Kiai Hasyim Asy’ari untuk mengajar kitab-kitab agama dan litertur klasik.

banner 400x130

 

Perjalanan keilmuanya terus berlanjut, setelah dari Tebuireng dilanjutkan ke Makkah bersama dengan sahabatnya yaitu Kiai Wahab Hasbullah. Di Makkah ia belajar kepada ulama-ulama terkemuka seperti Syekh Muhammad Bakir, Syekh Muhammad Said al-Yamani, Syekh Umar Bajuned, Syekh Muhammad Sholeh Bafadol, Syekh Jamal al-Maliki, Syekh Abdullah, Syekh Ibrahim al-Madani, Syekh Ahmad Khatib Padang, Syekh Syu’aib Daghestani, dan Kiai Mahfudz Termas. Tiga ulama terakhir ini juga merupakan guru dari Kiai Hasyim Asy’ari. Sifat dan karakter Kiai Bisri Syansuri ini bertolak belakang dengan Kiai Wahab Hasbullah yang mencintai dunia aktivis, Kiai Bisri Sansyuri lebih tertarik dalam dunia Pendidikan.

banner 728x90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *